Budaya Antri dan Gangguan Mental

Assalamu’alaikum semua

Baru saja pagi ini, aku ke ATM BNI buat setor tunai di cabang pembantu Karanganyar. Aku parkir sepeda onthelku di depan ATM, ternyata ada bapak-bapak lagi menggunakan mesin ATM setor tunai. Oke, aku mengantri saja, gak ada yang aneh.

Lah, beberapa saat muncullah seorang bapak berbaju olahraga naik motor. Sambil membawa tas raket dan barang-barang lain, dia berdiri di sampingku. Sekilas dia melirikku dan masuk ke bilik ATM (sepertinya) menggunakan mesin tarik tunai. Tapi sekejap bapak yang lebih dulu menggunakan ATM setor tunai selesai, si bapak olahraga itu langsung menyerobot pakai ATM setor tunai. Allahu Akbar….

Lha ini namanya main serobot dah…

Langsung aku maju dan menegur si bapak olahraga,

Bapak, maaf ya… antri sesuai urutan dong…

Terlihat olehku tangannya sudah terulur hendak memasukkan kartu ATM ke mesin. Tapi seketika itu juga dia tarik lagi dan melangkah mundur.

Dia melihatku, dan aku pun melihat tepat ke matanya. Dia lalu diam dan membiarkanku menggunakan mesin ATM yang memang giliranku.

Oke…

Cuman seklias saja peristiwa itu terjadi.

Taaapiiiii…

Kalau melihat penampakan, sepertinya bapak itu jauh lebih tua dariku. Secara penampilan juga terlihat sebagai orang yang makan sekolahan. Tapi kenapa ya, kok gak tahu adab dan sopan santun? Atau sebenarnya tahu tapi dasar mentalnya sudah rusak?

Maunya berhusnudhon, bahwa dia sedang tergesa-gesa. Tapi aku gak nemu alasan untuk itu, lha wajahnya tidak terlihat kemrungsung. Gerakan dia turun dari motor tadi, dan cara berjalan menuju bilik ATM menunjukkan gestur orang yang tidak kesusu.

Jadi, benarkah informasi beberapa orang temanku yang psikiater dan guru ngaji itu, bahwa secara fakta, banyak orang Indonesia zaman ini yang mengalami penurunan kualitas mental? Sampai ngantri saja tidak faham? Tua hanya casingnya, tapi isinya kekanak-kanakan?

Kerekam pa gak ya di CCTV BNI? Kan bisa masuk acara TV…

Iklan

Kerja Apa Main: Gowes Bareng Charabot

Hari Kamis kemarin ada kunjungan dari salah satu pemasok parfum, yakni Charabot. Bikin janji ketemuan sudah beberapa hari sebelumnya. Memang begitulah kebiasaanku, kalau gak janjian dulu jauh-jauh hari suka meleset dan kecele.

Oke. Kamis pagi Mas Chris Charabot datang, sebut saja MCC. Seiko menunjuk angka 06 lebih sedikit. Mobil parkir depan rumah, persiapan, dan genjoot…

Kami pakai dua Giant fullsus karena rute yang direncanakan memang trabas alaska, alias alas karet. Gowes trabas kali ini direncanakan dengan rute yang sudah sering aku lewati tapi baru pertama buat MCC. Memang dicari rute yang masih cukup moderat karena MCC kan jarang sepedaan meski beberapa kali gowes bareng aku. Jadi acaranya memang trabas santai gitu. Sebagian rutenya malah baru saja jadi agendaku bareng anak-anak di gowes bocah dan gowes to alaska.

Biar foto yang bercerita… Baca lebih lanjut

Dual Messenger di Samsung S8+

Pagi ini habis sarapan, jariku nganggur terus grayak-grayak si S8+ gawean Samsung yang masih pecah punggungnya itu. Maunya buka pesan WA di akun gandaku yang ku install dengan aplikasi Parallel Space. Tapi mak bedunduk… muncul iklan gadis seksi alias porno. Ra nggenah blass…

Tekan tombol silang di sisi atas, malah nutup dan kembali ke layar awal. Weladalah… mau ngulangi langkah awal, wis kadung jinjo alias keki. Yo wis gak sido buka WA akun dua. Sekalian mau ngecek fitur agenda yang juga aplikasi pihak ketiga yang ngilang dari layar kunci. Padahal aplikasi ini mbantu banget untuk ngingetin acara harianku. Wooo lha. Tibake… Baca lebih lanjut

Pekerjaan Yang Utama

Di salah satu kesempatan di bulan Ramadhan kemarin aku diminta ngisi acara buka bersama di sebuah komunitas di kampung. Temanya berpusat pada usaha mencari rejeki yang halal dan strategis.

Mendadak ustadz ceritanya. Kebetulan, aku juga bakul. Klop wis…

Aku mengutip beberapa baris dari tulisan seorang ulama yang cukup terkenal di kalangan santri, yakni beliau Al Mawardi yang kitabnya dikasih judul Al Hawiy al Kabir. Gampang, wong pakai Maktabah Syamilah versi komputer, hehe…

Begini kutipan tulisan beliau, Baca lebih lanjut

Kerja Apa Maen

Sudah beberapa kali, aku ngajak para suplier parfum maupun botol untuk gowes santai, wkwkwk…

Berangkat habis subuhan, pulang bisa pas maghriban. Santai apa santai yak…

Awalnya dulu sih rasanya mustahil bisa gowes sampai nanjak-nanjak gitu. Tapi berbekal usaha yang dilandasi kesabaran dan keikhlasan (halah), akhirnya jadilah kenyataan.

Berbekal beberapa jepretan lalu jadilah viral, haha…

Ceritanya, ketika beberapa dari suplier ini balik kantor esok hari, lalu berbagi cerita dan foto, seru jadinya suasana kantor.

Kerja apa maen yak….

2

Kenapa Orang Menggunakan Beberapa Tipe Parfum

Sebenarnya apa yang terjadi dengan diri seseorang ketika dia mengoleksi beberapa parfum sekaligus dan ditambah dengan fakta bahwa parfumnya habis dalam waktu beriringan?

Lepas dari apakah parfumnya original ataukah isi ulang, tentu ada alasan mengapa seseorang melakukan itu.

Barangkali karena alasan waktu digunakannya parfum itu sendiri? Kesan parfum yang digunakan ketika malam hari tentu berbeda dengan parfum untuk siang hari.

Atau karena kadar formalitas acara yang akan dihadiri? Mosok parfum suasana pantai dipakai buat layat?

Atau apa?

koleksi

Samsung S8+ Dual Jatuh dari Ketinggian Kurang dari 1 Meter Langsung Retak

Biar saja judulnya begitu panjang. Kalaupun tak baca isi tulisan sudah cukup faham dengan judulnya.

Kejadiannya dua hari lalu.

HP aku taruh di meja samping amben turu, bahasa sononya kira-kira springbed. Wajarnya springbed dan meja adalah gak tinggi-tinggi amat, paling kisaran antara 38cm sampai 58cm. Aku mau tiduran sebentar. Lalu anakku yang usianya 3 tahun nyusul. Nah, pas mau naik tempat tidur tangannya nyenggol si Samsung S8+ itu, lalu jatuh…. glothakkk gitu bunyinya.

Aku bangkit lalu ngambil HP, eh… Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun… Baca lebih lanjut

Parfum Gak Awet

Kok parfum sekarang gak kaya dulu ya. Gak awet lagi. Aroma sih masih sama tapi sebentar sudah ilang aromanya.

Gitu yang paling sering aku dengar.

Parfum mobil terkesan awet karena botolnya kebuka terus dan ketiup udara AC.

Oke, anggap saja fenomena itu memang terjadi. Tapi tinggal dari arah mana kita mau teliti. Arah parfum atau arah hidung. 

Arah parfum dulu. 

Pertama. 

Lha jaman sekarang gak kayak dulu lagi. Katakanlah 19 tahun lalu. Saat itu pabrikan parfum compound belum seberapa banyak yang masuk ke Indonesia. Bisa diitung dengan jari sebelah tangan. Katakanlah ada merk H&R, Charabot, Dragoco, General Aromatic, dan sedikit nama lain. Lalu disusul diawal tahun 2000an ada Parfex dan beberapa nama lain. Nah, sekarang ada bejibun banyaknya. Mending kalau kualitas bisa diandalkan. Sebagian malah produk abal-abal yang malah masih lebih bagus hasil mixing bakul parfum refill loh… 

Jadi kalau sebelumnya pakai produk Charabot misalnya, terus ganti produk lain karena lebih murah mungkin, lalu hidungnya sudah gak bisa ketipu lagi, komplain lah dia… Kalau begini salah parfum deh… Balik aja ke merk lama.

Kedua. 

Ini dari cerita salah satu pelanggan baru nih… Dia biasa ambil ke toko anu di kota anu. Sudah lama dia kulakan ke sana. Tapi lama lama kok semakin gak bagus kualitas. Kenapa ya… 

Pakai produk apa Mas parfumnya? 

Gak tahu deh. Aku cuma pesan Avrel Lavigne aja… Gak tahu diisi Parfex apa PCh apa Carbonnel atau apa… 

Nah ini salah bakulé yang gak update nih… 

Kemungkinan parfum berubah kualitas (baca:merk)  sangat besar dan sulit dipertanggungjawabkan. 

Bakul mesti tahu barang yang dia jual itu dari pabrikan apa. Biar tahu di level mana dia posisinya.

Ketiga.

Mirip kasus dua. Tapi pabrikan sudah jelas. Tapi kok sepertinya gak pure gitu. Kaya ada licin licinnya gitu. 

Kira-kira apaan ya? 

Solfiol kali…. Atau DPG, atau dawet, hehe….

Wah… Susah buat komentar nih… Ada yang gak jujur pasti…

3 kasus saja buat contoh dari arah parfum. Sekarang yang dari arah hidung. 

Pastikan parfum dari merk yang terpercaya

Pertama.

Menurut berbagai pengalaman orang, hidung itu juga ada titik jenuhnya. Konon 3 bulan deh. Kalau dia sudah smelling aroma tertentu sampai 3 bulan maka kepekaan indra penciuman terhadap aroma itu akan melemah. Parfum masih sekuat dulu tapi dilaporkan oleh sel pencium  sebagai aroma lemah. Error wis… Saran sih ganti aroma aja.. 

Eh itu loh… Tukang sampah kan enjoy aja dengan sekumpulan sampah, karena hidungnya sudah jenuh dengan aroma sampah alias gak ngefek  lagi. Begitu kecium aroma gurih daging panggang, langsung bereaksi kan…

Kedua.

Salah cium. Wkwkkk… 

Lucu Aja, Ada Yang Batal Belanja Karena Baca Jumlah Spam

Gak ada maksud apapun, murni karena lucu aja menurutku. 

Beberapa hari silam, ada calon pelanggan yang kejiret di blog ini. Tapi sepertinya belum baca semua. Terus berlanjut via WA. Obrolannya akrab dan santai banyak tanya ini dan itu.

Sesantai yang bertanya, sesantai itu pula jawabnya. Enak poll wis… Ibarat umpan dan ikan. Udah kemakan nih umpan… Alamat dapat ikan nih… Hehe… 

Suatu kali dia nanya yang agak susah jawabnya, aku lupa poin apa, tapi aku kasih saran buat buka blog lagi. Sudah ketulis di blog. 

Nah, beberapa waktu kemudian malah jadi aneh. Kira kira begini, 

Itu di blog kok ada Spam sampai 200an. Ada tipu tipu lagi… 


Nah, habis itu terus pet gak ada obrolannya lagi… 

Lepas deh ikan… Hehe… 

Piye jal…